Dalang cilik Dwi Satriawan (11) mementaskan lakon wayang kulit pada kegiatan pertemuan seniman dan refleksi akhir tahun di PRSU Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (30/12) dini hari. Wayang kulit makin langka.
Quote:Dunia seni wayang kulit Indonesia kini menghadapi problem yang serius. Bukan terkait jumlah dalang, tapi jumlah penonton kian lama kian menyusut.
"Kalau dari segi jumlah dalang, kita mencukupi. Kita mempunyai perguruan tinggi yang mempunyai jurusan pedalangan, sanggar wayang di seluruh Indonesia. Saat ini jumlah dalang hampir 2000-an, tapi penonton makin sedikit, " tutur Suparmin Sunjoyo, Ketua Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Sena Wangi) di sela-sela konferensi pers Wayang Summit di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Dikatakan, saat ini 80 persen penonton wayang berusia di atas 50 tahun. Untuk itu, pihaknya telah mengusulkan untuk memasukan wayang menjadi bagian kurikulum di pelajaran sekolah. "Sayangnya sampai sekarang belum direspon. Kenapa perlu masuk kurikulum karena akan menjadi kewajiban," katanya.
Lantas bagaimana mendorongnya supaya wayang tetap eksis? Di samping mengenalkan sejak dini di sekolah, kita mengikuti selera yg diinginkan, misalnya menggunakan bahasa Indonesia. "Durasi diganti dari semalam suntuk jadi 2-3 jam dan cerita menyangkut situasi sekarang. Juga gending, instrumen yang akan jadi daya tarik," kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Suriname ini.
SUMBER
mungkin wajah wayang kulitnya perlu sedikit dimodifikasi mirip wajah2 bintang korea misalnya....
