JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi membidik proyek pengadaan barang dalam industri minyak dan gas bumi. KPK melihat ada ketidakberesan dari proyek tersebut. Makanya KPK meminta penjelasan dari Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Rudi Rubiandini dan Dirjen Migas, Evita Herawati Legowo
Hal ini diakui juga oleh Wamen ESDM seusai bertemu Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja dan Direktur Pencegahan. "Yang paling dikhawatirkan teman-teman KPK adalah dalam pengadaan baik peralatan pembangunan industri migas. Dan, itu kami sadari," kata Rudi, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/11).
Rudi menambahkan Kementerian ESDM sudah memberikan data kegiatan industri migas dan energi. Kementerian pun sudah memberikan informasi kepada KPK mengenai sejumlah titik rawan yang ada di kementeriannya.
"Jadi ada informasi yang terlalu ekstrem tapi setelah diterangkan tidak seperti itu. Begitu juga ada informasi yang menurut kita hal biasa tapi menurut teman-teman KPK luar biasa. Nah disamakan persepsinya. Begitu juga sebaliknya KPK menyampaikan gambaran apa-apa saja yang perlu perbaikan agar bisa ada pencegahan, yang paling penting adalah pencegahan agar tidak ada kegiatan-kegiatan yang bisa diindikasikan sebagai korupsi di industri migas," jelasnya.
ESDM, lanjut Rudi, akan menindaklanjuti kekhawatiran KPK itu, terutama untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dengan mengadakan bersih-bersih.
Sumber : KPK Bidik Ketidakberesan Proyek Minyak dan Gas
