BPK, KPK dan DPR Menilai Boediono Terlibat Century. Boediono Harusnya Mundur. Ada Bahaya Demoralisasi !
Mon, 26/11/2012 - 10:01 WIB
RIMANEWS-Boediono sudah jadi â??â??beban politikâ??â?? Presiden SBY karena kotor oleh skandal Century. Bacalah media massa, Boediono sudah dikecam karena skandal Century. Sebaiknya Boediono mundur saja sebab BPK, KPK dan DPR sudah melakukan penyelidikan dan temuan bahwa Boediono terlibat Centurygate, bahkan jadi aktor utama Centurygate. Maka sebaiknya Boediono mundur, agar demoralisasi tidak melanda negeri ini. Pembelaan Wapres Boediono di jejaring sosial Twitter atas tudingan terlibat kongkalikong bailout bank Century sudah menuai kritik banyak pihak. â??â??Bagaimana mungkin temuan KPK dan BPK dan DPR kok bisa dimentahkan istana presiden. Itu tidak rasional dan mengerikan karena orang bertahan demi kekuasaan semata,â??â?? kata pengamat ekonomi-politik Frans Aba MA dan pengamat perbankan Deni Daruri.
Kritik ke Boediono makin gencar. Termasuk kritik dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Inisiator Pansus Hak Angket DPR untuk skandal bailout Bank Century, Muhammad Misbakhun. Misbakhun mengatakan jika Bank Indonesia (BI) sebenarnya pernah membuat sebuah stress test yang hasilnya perekonomian Indonesia tahan atas guncangan dunian perbankan. "Saya membaca 17 tweet Pak boediono soal tanggung jawab beliau soal penyelamatan terhadap Bank Century. Perlu Pak boediono ketahui adanya fakta bahwa tentang krisis BI pernah membuat sebuah stress test. Hasilnya Indonesia tahan." Kata Misbakhun di Jakarta, Minggu (25/11/2012).
Namun, lanjutnya, hal tersebut berbeda dengan pandangan Boediono. Karena berdasarkan keyakinannya, Boediono merasa bahwa kebijakan penyelamatan terhadap Bank Century itu adalah benar demi melepaskan Indonesia dari jerat resesi dunia dimulai 2008 lalu. Sementara berdasarkan hasil audit BPK yang dijalankan dengan prosedur audit yang profesional justru menilai jelas ada pelanggaran. "Seharusnya Pak Boediono kalau menyanggah hasil audit harus dengan audit juga. Bukan dengan keyakinan diri sendiri. Supaya sepadan argumentasinya. Karena di audit ada prosedur, tahapan, dan proses yang jelas prinsipnya. Boediono mundur saja," tukas Misbakhun.
http://www.rimanews.com/read/2012112...nya-mundur-ada
Galang Pemakzulan Boediono, Golkar Naikkan Posisi Tawar Ical
25 Nov 2012 13:15:52
"Jika mereka ingin lakukan HMP silahkan, ujung-ujungnya karena orang curiga jika Boediono mundur. Mau Aburizal cawapresnya karena dalam koalisi, Golkar nomor dua," ujar Faisal
Jakarta, Aktual.co â?? Partai Golkar akan diuntungkan jika Boediono lengser dari kursi Wakil Presiden RI. Pasalnya dalam Sekretariat Gabungan (Setgab), Golkar suara terbesar kedua setelah Partai Demokrat. Pengamat yang juga ekonom, Faisal Basri, menilai ada intrik dari keinginan DPR mengeluarkan Hak Menyatakan Pendapat (HMP), di kasus Bank Century. "Jika mereka ingin lakukan HMP silahkan, ujung-ujungnya karena orang curiga jika Boediono mundur. Mau Aburizal cawapresnya karena dalam koalisi, Golkar nomor dua," ujar Faisal, ketika di jumpai, disela-sela kampanye 'Berani Jujur Hebat', di kantor KPK, Minggu (25/11).
Menurut Faisal Basri, jika hal tersebut terjadi, itu sama saja keluar mulut harimau, masuk mulut buaya. "Jika ini benar maka 'kiamat' Indonesia," kata Faisal yang juga mantan calon gubernur DKI tersebut. Oleh sebab itu, Faisal pun mengajak masyarakat Indonesia untuk menolak orang-orang yang 'bermasalah' karena tidak akan membawa kebaikan terhadap masyarakat.
http://www.aktual.co/politik/130111g...si-tawar-ical-
Ada Udang di Balik Bakwan
26 November 2012
KETUA Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat Ruhut Sitompul selalu punya cara untuk menyindir. Kali ini yang menjadi sasaran lidahnya adalah Amien Rais, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional. â??Amien Rais jangan-jangan ingin jadi wakil presiden,â?? katanya. â??Kalau mau bantu Pak SBY, jangan dong ada udang di balik bakwan.â?? Tak lupa Ruhut membela Wakil Presiden Boediono. â??Jangan ganggu Boediono. Partai Demokrat akan membela Boediono sampai titik darah penghabisan.â?? Yang menjadi pangkal soal adalah pernyataan Amien Rais yang menyarankan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani nonaktif dari jabatannya. â??Alangkah baiknya, dengan sikap kenegaraan, mereka step down dulu,â?? kata Amien saat menerima para inisiator hak angket Bank Century Dewan Perwakilan Rakyat di kediamannya, Perumahan Taman Gandaria, Jakarta Selatan. Amien membantah pernyataannya itu sebagai upaya mendepak lawan politik. â??Terlalu jauh kalau ada yang mengesankan seperti itu,â?? kata Amien kepada wartawan Tempo, Basuki Rahmat.
Menilik ke belakang, sulit untuk tak mengatakan sinyalemen Ruhut soal Amien ada benarnya. Pertengahan Mei lalu, Amien pernah bertemu empat mata dengan Susilo Bambang Yudhoyono di Wisma Negara. Kepada Yudhoyono, Amien menasihati agar mempertimbangkan kembali rencana memilih Boediono sebagai calon wakil presiden. Kata Amien, Boediono akan menjadi beban. â??Dia hanya akan jadi liabilities,â?? kata Amien seperti ditirukan politikus PAN, Taufik Kurniawan. Saat itu, Amien dikabarkan kecewa karena titipannya, â??Mr Silver Hairâ?? (Hatta Rajasa), tak diambil Yudhoyono sebagai pasangan. Makanya, meski partainya bagian dari koalisi pemerintah, saat deklarasi Yudhoyono-Boediono sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden, Amien tak datang. Sejumlah orang dekat Amien di PAN, seperti Dradjad Wibowo dan Alvin Lie, malah merapat di kubu Jusuf Kalla-Wiranto.
Menurut Taufik, Amien khawatir Boediono mengabaikan ekonomi kerakyatan dan lebih mementingkan prinsip pasar bebas. â??Waktu pemilu presiden, Pak Amien yang paling getol melontarkan bahaya neoliberalisme,â?? kata Taufik. Intuisi politik Amien, kata Taufik, terbukti benar. â??Ada yang salah dengan Boediono.â?? Maksudnya: bailout Bank Century dilakukan karena Boediono yang saat itu Gubernur Bank Indonesia tak menjalankan prinsip ekonomi kerakyatan. Bermodalkan 46 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, PAN aktif mendukung dibentuknya Panitia Angket Bank Centuryâ??meski sesungguhnya PAN bagian dari koalisi Yudhoyono dengan mendudukkan tiga politikusnya di kursi kabinet.
Chandra Tirta Wijaya, salah satu inisiator angket dari PAN, mengaku tak pernah sekali pun mendapat teguran atau peringatan dari pengurus partai. Ini berbeda ketika PAN terlibat dalam Panitia Khusus Angket Bahan Bakar Minyakâ??menyusul kebijakan pemerintah Yudhoyono 2004-2009 menaikkan harga BBM yang banyak diprotes publik. Ketika itu, politikus PAN di Dewan terusterusan diminta membatalkan angket. Menurut sumber Tempo di PAN, dalam angket Century, pengurus pusat PAN mendukung penuh. â??Buktinya, politikus PAN yang kini Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa diam saja saat Chandra dan kawankawan mengumpulkan dukungan.â??
Menurut sumber tadi, Hatta Rajasa diuntungkan jika Wakil Presiden Boediono tersingkir akibat sengkarut Century. â??Ia berpeluang menggantikan Boediono,â?? kata sumber itu. â??Kalau situasi menghendaki, bisa-bisa dia yang akan naik.â?? Kepada Tempo, seusai Jumatan di kantornya pekan lalu, Hatta membantah semua tudingan. â??Jangan ada spekulasi macam-macam,â?? kata Hatta. â??Saya ini ketua tim pemenangan SBY-Boediono. Saya ingin Pak Boediono bersama- sama terus sampai 2014.â??
http://www.tempointeraktif.com/khusu...ani/page05.php
-------------------
Kalau SBY disuruh pilih antara Ical atau Hatta, bila Boedino akhirnya dilegserkan karena Centurygate itu ... jelaslah secara akal sehat, SBY akan memilih besannya sendiri, Hatta Radjasa.
Minggu, 25 November 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
